JenisIzin Tanggal Akhir Ijin Nomor Pendaftaran ; 1 : PROCURE 20 WP (umum) simoksanil: 20 % Fungisida protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan. Bawang merah : penyakit busuk daun Peronospora destructor (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l) Cabai : penyakit busuk buah Phytophthora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 1 g/l)
bPenyakit Embun Tepung Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Erysiphe polygoni yang termasuk ke dalam famili Erysiphaceae. Spora dapat berkecambah membentuk hifa baru pada suhu 19 - 25 C dan kelembapan 70 - 80%. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui bantuan angin atau percikan air hujan.
Embuntepung menyebabkan pertumbuhan tanaman ketimun terhambat. Serangannya ditandai dengan kemunculan tepung pada daun dan batang tanaman. Kemudian menyemprotkan insektisida berbahan aktif sesuai jenis. 5. Busuk Buah. Penyakit ini disebabkan oleh Rhizopus. Cirinya adalah bercak kehitaman pada buah mentimun. Begitu juga dengan penyakit
Fotosistemmerupakan suatu unit yang terdiri atas klorofil a, komplek santenedana ke septor elektron yang mampu menangkap energi cahaya (poton) matahari. Jika krolofil hanya menyerap cahaya merah,ungu, dan biru kemudian dipantulkan kembali maka terlihat warna hijau. Warna krolofil dapat berbeda-beda tergantung jenis klorofil dan cahaya yang terserap kemudian dipantulkan.
Berdasarkanuraian-uraian yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penyebab penyakit tanaman dapat dibagi menjadi dua kategori utama: biotik dan abiotik. Biotik penyebab penyakit tanaman adalah mereka yang bersumber dari biologi. Ada lima penyebab biotik utama penyakit tanaman.
Busukbasah (soft root). Penyakit embun tepung (downy mildew). Penyakit rebah semai (dumping off). Busuk (bottom root). Langkah awal Anda bisa memilih jenis tomat yang akan ditanam. Sesuaikan lokasi tempat menanam dengan jenis tomat yang akan dipilih, terutama dengan kondisi iklim serta ketinggian tempat untuk menanam
Pengunaanpertisida yang berlebihan dan tidak tepat justru dapat menimbulkan bahaya yang lebih besa r. Hal itu disebabkan karena pestisida dapat menimbulkan kekebalan pada hama dan penyakit. Oleh karena itu pengguna obat - obatan anti hama dan penyakit hendaknya diusahakan seminimal dan sebijak mungkin.
Semprotkaninsektisida Confidor 200 SL (0,5—1 ml/l), Hostathion Extra 212 EC (1—2 ml/l), dan Curacron 500 EC (1—2 ml/l) setiap dua minggu sekali. 2. Kutu Putih (Mealy bug) Meski kecil, hanya berukuran 2,5—5 mm, tetapi hama itu mudah terlihat. Bentuknya oval putih ditutupi serbuk tepung dan bulu putih nan halus di tubuhnya. Tubuh itu seperti
Jenisdan dosis pestisida disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Penyemprotan pestisida paling baik dilakukan pada pagi hari setelah embun hilang atau pada sore hari. biasanya umbi ketela pohon ini dikemas dalam bentuk gaplek atau dijadikan tepung tapioka. Kemasan selanjutnya dapat disimpan dalam karton ataupun plastik-plastik dalam perbagai
Cabai: penyakit bercak daun Cercospora capsici (Penyemprotan volume tinggi : 250 - 375 ml/ha) Jagung : penyakit bulai Peronosclerospora maydis, penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum (penyemprotan volume tinggi : 4 ml/l) Jeruk : penyakit embun tepung Oidium tingitaninum (penyemprotan volume tinggi : 1 ml/l) Kacang panjang : penyakit
afPJvii. Embun Tepung pada Jeruk. Oleh Aat Indah, Peneliti Badan Litbang PertanianBanyak penyakit yang mungkin bisa dialami oleh tumbuh-tumbuhan. Salah satu yang biasa dialami tumbuhan jeruk adalah penyakit embun. Penyakit yang menyerang tanaman dengan bentuk berupa serbuk berwarna putih dikenal dengan sebutan Lapisan tepung putih Oidium tingitanium Carter atau dikenal juga dengan lapisan tepung putih. Penyakit ini umum terjadi pada waktu musim pertunasan, ditandai dengan adanya lapisan tepung putih pada bagian atas daun yang dapat menyebabkan daun mengering tapi tidak kritis serangan penyakit in terjadi pada periode pertunasan dan daun muda yang sedang tumbuh. Penyakit akan terjadi apabila varietas yang ditanaman rentan, maka akan mudah ditemukan sumber patogen di sekitar kebun dan terjadi pada pada musim kemarau yang lembab. Suhu tinggi beberapa jam yang kemudian terjadi hujan, akan memicu perkecambahan konidia jamur yang berada diatas permukaan ini sering kali ditemukan pada tanaman jeruk dengan menyerang pada daun, tunas dan buah muda. Konidia jamur Oidium tingitanium yang menyerang bagian daun jeruk menyebabkan serangan patogen jamur ini lebih dikenal dengan nama penyakit embun tepung. Dilaporkan bahwa semua jenis jeruk rentan terhadap penyakit ini. Serangan patogen jamur Oidium tingitanium pada buah menyebabkan gejala burik kusam permanen pada kulit buah yang menyebabkan buah masuk dalam katagori mutu rendah Pengendalian paling efektif dilakukan menjelang bertunas dan diulang saat daun muda mengunakan bahan aktif siprokonazol dibanding tembaga hidroksida dan kapur belerang senyawa Azadirachtin filtrat daun nimba mampu merusak membran sel jamur Oidium tingitanium, sehingga metabolisme sel terganggu dan pertumbuhan sel terhambat.
ArticlePDF AvailableAbstractp>Powdery mildew disease is caused by Erysiphae diffusa Cook and Peck fungi on soybeans and E. polygoni DC Sawada on mungbean. Both diseases are an important disease because of their widely spread and high yield loss, reaching 35% in soybeans and 26% in mungbean. In Indonesia, the disease occurs in central areas of soybean production and mungbean. The spread of the disease includes Asia, the United States of America , and Brazil. The symptoms of powdery mildew are easily recognizable in the presence of white flour on the top surface of the leaves. The intensity of powdery mildew is usually high in the dry season, when the temperature is cold in the morning and much mildew conditions around the plant. This situation will interfere with the process of photosynthesis and transpiration. In addition, Erysiphe’s haustorium absorbs plant nutrients that will interfere with some metabolic functions and processes. Control of powdery mildew will suppress the loss of grain bean and results nationally supports the availability of soybean and mungbean. Recommended control measures are spraying with plant materials extracts of neem seeds, tea compost, cow´s whole milk, essential oil of citronella, lemongrass, eucalyptus, cinnamon, and tea tree on the incidence of powdery mildew disease on soybean and the use of Vima1 varieties for control of powdery mildew disease on mungbean. Keywords Soybean, mungbean, powdery mildew, control Abstrak Penyakit embun tepung disebabkan oleh cendawan Erysiphae diffusa Cook and Peck pada tanaman kedelai dan E. polygoni DC Sawada pada kacang hijau. Penyebaran penyakit penting ini menyebabkan kehilangan hasil mencapai 35% pada kedelai dan 26% pada kacang hijau. Di Indonesia, penyakit ini terjadi di sentra produksi kedelai dan kacang hijau. Di luar negeri, penyebaran penyakit embun tepung meliputi Asia, Amerika Serikat, dan Brazil. Intensitas penyakit biasanya tinggi pada musim kemarau, pada saat suhu dingin di pagi hari dan kondisi berembun di sekitar pertanaman. Gejala penyakit embun tepung mudah dikenali dengan ciri seperti tepung di permukaan atas daun. Hal ini dapat mengganggu proses fotosintesis dan transpirasi. Selain itu, haustorium Erysiphe menyerap nutrisi tanaman sehingga mengganggu beberapa fungsi dan proses metabolisme. Penyakit embun tepung perlu dikendalikan untuk menekan kehilangan hasil kedelai dan kacang hijau. Cara pengendalian yang disarankan adalah penyemprotan dengan bahan nabati ekstrak biji mimba, kompos teh, susu sapi, minyak dari citronella, lemongrass, eucalyptus, cinnamon, dan tanaman teh pada kedelai dan penggunaan varietas tahan Vima-1 pada kacang hijau. Kata Kunci Kedelai, kacang hijau, penyakit embun tepung, pengendalian