Modelyang akan dikaji pada penelitian ini adalah model yang terbaik dari metode pola musiman seperti SSA (Singular Spectrum Analysis), Analisis Spektral, ARIMA musiman, Holt-Winters, dan Dekomposisi.
SarieRahman (Kontributor NarasiPost.com) Voice over talent: Mimi Muthmainnah NarasiPost.Com- Pemerintah memutuskan menolak 10 ribu tambahan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi, sontak membuat kecewa para calon jemaah. Padahal tahun ini hanya 100.051 jemaah haji yang bisa berangkat, dari 221 ribu jamaah gagal berangkat pada 2020 dan 2021.
LATIHANSOAL SEJARAH WAJIB KELAS XI SEMESTER 2. 1. Perhatikan data berikut ini! (1) Kesuksesan pergerakan nasional di negara-negara lain di Asia-Afrika seperti Cina, India, Turki, dan Mesir. (2) Penjajahan (kolonialisme) oleh Belanda dan penderitaan ekonomis-politis-sosial yang ditimbulkannya. (4) Tumbuhnya rasa harga diri sebagai suatu bangsa
1 Pentingnya ajaran yang benar. o Ajaran itu tidak dapat datang dari roh-roh jahat, bahkan mereka harus takluk. kepada kuasa-Nya. o Ajaran itu tidak dapat datang dari mereka yang telah disembuhkan, walaupun. mereka sungguh bersyukur. o Ajaran itu tidak dapat datang dari para rasul, sampai mereka sungguh-sungguh.
Translationsin context of "FILM DAN MENULIS NASKAH" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "FILM DAN MENULIS NASKAH" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations.
Semakin banyak, kita melihat rangkuman penulisan tindakan di mana penulis sebenarnya mengarahkan tindakan melalui baris dan paragraf.” Kita mungkin menganggap penulisan tindakan sebagai apa yang dilakukan seorang penulis ketika mereka mengerjakan naskah tindakan. Ada interpretasi yang lebih luas: Action Writing mengacu pada tulisan yang kita
DIDINSIROJUDDIN AR lahir di Kuningan, Jawa Barat, 15 Juli 1957. diluar tugasnya sebagai pengajar di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dididn yang melukis sejak sebelum aktif mengembangkan kaligrafi di Indonesia. Dimulai dari belajar menulis khat di Pondok Modern Gontor (1969-1975) hingga menadi wartawan majalah Panji Masyarakat
Ketiga mereka secara terbuka melaporkan hasil audit dalam hitungan detik bersama dengan undang-undang di antara kasino. Perjudian pada umumnya masih menyusun undang-undang tetapi Meskipun antusiasme awal itu tertangkap. Bandar judi masih membuat dan menyetor. Acara 215 ini menampilkan bonus setoran 1.000, cukup siapkan kartu remi Anda.
Tujuannyaagar tidak menggangu dan membahayakan pengendara lain. Lampu dengan daya pancar tinggi di kegelapan malam dapat menyilaukan atau bahkan membuat buta sejenak pengendara lain, sehingga penggunanya dilarang. 4. Mengganti warna motor. Jika warna motor pada STNK adalah hitam maka kita tidak boleh seenaknya menggantinya ke warna lain.
Selanjutnyaadalah Inggris, Jerman, dan Perancis pada usia 16 tahun. Jangan salah, Indonesia pun terbilang Negara yang bebas membuat dan mengkomsumsi pornografi serta seks bebas. Program Umum Korpri menjadi acuan dalam menyusun program kerja pada masing-masing jenjang kepengurusan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan tetap
3U4O. Konvensi adalah suatu seperti amalan, tingkah laku, ciri-ciri yang sudah disepakati dengan meluasnya dan dipatuhi. Naskah adalah suatu teks yang berisi aturan, alur cerita di dalam suatu dialog. Maka yang dimaksud dengan konvensi naskah adalah penulisan naskah karangan ilmiah yang berdasarkan kebiasaan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati. Konvensi penulisan naskah yang sudah lazim mencakup aturan pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi pelengkap, bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya. Dalam pembuatan naskah yang harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata diksi yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang ditulis itu jelas, teratur dan menarik. Namun, ada hal yang lebih penting yaitu, sebuah karangan yang menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal, bagaimana supaya bentuk atau wajah dari karangan itu sehingga kelihatan tampak lebih indah dan menarik. Persyaratan formal ini meliputi bagian-bagian pelengkap dan kebiasaan-kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan. Semua persyaratan ini secara umum disebut dengan konvensi naskah. Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara formal, semi-formal, dan non-formal. Yang dimaksud dengan formal adalah bahwa suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi. Sebaliknya, semi-formal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat-syarat formalnya. Syarat Formal Penulisan Sebuah Naskah Dalam menyusun sebuah karangan perlu pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis, penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai dan format pengetikan yang sistematis. Persyaratan formal bentuk lahiriah yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu 1. Bagian pelengkap pendahuluan 2. Isi karangan 3. Bagian pelengkap penutup Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan 1. Bagian Pelengkap Pendahuluan Bagian ini dapat disebut juga sebagai halaman pendahuluan yang sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. a. Judul Pendahuluan Judul Sampul dan Halaman Judul Judul pendahuluan adalah nama karangan. Halaman ini tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Namun, variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai. Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang penyusun, kelengkapan identitas pengarang nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen, nama unit studi unit kerja, nama lembaga jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun penulisan. Unsur-unsur penulisan Judul sebagai berikut 1 Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan. 2 Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya. 3 Sampul nama karangan, penulis, dan penerbit. 4 Halaman judul nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan dalam pembuatan makalah atau skripsi. 5 Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri untuk karangan formal, atau model lurus pada margin kiri untuk karangan yang tidak terlalu formal. Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal 1 Komposisi tidak menarik. 2 Tidak estetik. 3 Hiasan gambar tidak relevan. 4 Variasi huruf jenis huruf. 5 Kata “ditulis disusun oleh.” 6 Kata “NIM/NRP.” 7 Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi. 8 Kata-kata yang berisi slogan. 9 Ungkapan emosional. 10 Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi. b. Halaman Persembahan kalau ada Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya Kutulis novel ini dengan cahaya cinta untuk mahar menyunting belahan jiwa, Muyasaratun Sa’idah binti KH. Muslim Djawahir, alm. Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Amin.[3] Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku. c. Halaman Pengesahan kalau ada Halaman ini harus disiapkan untuk sebuah Tugas Akhir TA, skripsi, tesis dan lain sebagainya. Karena digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya. Hal-hal yang harus dihindarkan 1 Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya. 2 Menggunakan titik atau koma pada akhir nama. 3 Tulisan melampaui garis tepi. 4 Menulis nama tidak lengkap. 5 Menggunakan huruf yang tidak standar. 6 Tidak mencantumkan gelar akademis. d. Kata Pengantar Sering terdapat dua istilah yang saling bertukar penggunaannya yaitu Kata Pengantar dan Kata Pendahuluan atau Pendahuluan. Sebaiknya penggunaan kedua istilah itu dibedakan. Kata Pengantar sebaiknya dipergunakan untuk bagian ini, sedangkan Pendahuluan dipergunakan untuk menyebut bagian awal dari isi karangan. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan dari keseluruhan karya ilmiah yang sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut 1 Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2 Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah. 3 Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah. 4 Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga. 5 Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu. 6 Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan. 7 Harapan penulis atas karangan tersebut. 8 Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran. Hal-hal yang harus dihindarkan 1 Menguraikan isi karangan. 2 Mengungkapkan perasaan berlebihan. 3 Menyalahi kaidah bahasa. 4 Menunjukkan sikap kurang percaya diri. 5 Kurang meyakinkan. 6 Kata pengantar terlalu panjang. 7 Menulis kata pengantar semacam sambutan. 8 Kesalahan bahasa ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif. e. Daftar Isi Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan. Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan. f. Daftar Gambar kalau ada Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan judul gambar dan nomor halaman. g. Daftar Tabel kalau ada Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan nama tabel dan nomor halaman. 2. Bagian Isi Karangan Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. a. Pendahuluan Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan, dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. Unsur-unsur pendahuluan 1 Latar belakang masalah, menyajikan a Penalaran alasan yang menimbulkan masalah b Kegunaan praktis hasil analisis memberikan masukan bagi kebijakan dalam keputusan c Pengetahuan tentang studi kepustakaan d Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan e Tidak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis, cukup dijawab dengan ya atau 2 Tujuan penulisan berisi a Target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai b Upaya pokok yang harus dilakukan c Tujuan utama yang dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang dibahas. 3 Ruang lingkup masalah berisi a Pembatasan masalah yang akan dibahas. b Rumusan detail masalah yang akan dibahas. c Definisi atau batasan pengertian istilah 4 Landasan teori menyajikan a Deskripsi atau kajian teoritik b Penjelasan hubungan teori dengan kerangka 5 Sumber data penulisan berisi a Sumber data sekunder dan data primer. b Kriteria penentuan jumlah data. c Kriteria penentuan mutu data. d Kriteria penentuan sample. e Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan. 6 Metode dan teknik penulisan berisi a Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan b Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan kuisioner; analisis data, hasil analisis data, dan kesimpulan. 7 Sistematika penulisan berisi a Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan. b Penjelasan lambang-lambang, simbol-simbol, atau kode kalau ada. b. Tubuh Karangan Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas sempurna. Di sinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini 1 Ketuntasan materi Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder kajian teoretik maupun data primer. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika, fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya, contoh-contoh, dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran. 2 Kejelasan uraian/ deskripsi a Kejelasan konsep keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh, jelas, dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. b Kejelasan bahasa ketepatan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. c Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta 3 Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan ilmiah a Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata saya pikir, saya rasa, menurut pengalaman saya, dan lain-lain. Atasi subjektivitas ini dengan menggunakan penelitian membuktikan bahwa…, uji laboratorium membuktikan bahwa…, survei membuktikan bahwa…, b Kesalahan pembuktian pendapat tidak mencukupi, penolakan konsep tanpa alasan yang cukup, salah nalar, penjelasan tidak tuntas, alur pikir dari topik sampai dengan simpulan tidak konsisten, pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi, pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya, definisi variabel tidak kurang operasional, proposisi yang dikembangkan tidak jelas, terlalu panjang, atau bias, uraian tidak sesuai dengan judul 4 Kesimpulan Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan, dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja, antara lain kesimpulan. Oleh karena itu, kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan. Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara a Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil atau tesis-tesis, sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu. b Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu 3. Bagian Pelengkap Penutup a. Daftar Pustaka Bibliografi Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. Daftar pustaka bibliografi adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. Unsur-unsur daftar pustaka meliputi 1 Nama pengarang penulisannya dibalik dengan menggunakan koma. 2 Tahun terbit. 3 Judul buku penulisannya bercetak miring. 4 Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit. 5 Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit. Keterangan 1 Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik. 2 Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang. 3 Jika buku itu merupakan editorial bunga rampai, nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. editor’ 4 Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan. 5 Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang. b. Lampiran Apendix Lampiran apendix merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar, atau sesuatu informasi yang baru, maka dapat dimasukkan dalam lampiran ini. Lampiran ini dapat berupa esai, cerita, daftar nama, model analisis, dan lain-lain. Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian. c. Indeks Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis urut abjad. Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan. d. Riwayat Hidup Penulis Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. Daftar riwayat hidup meliputi nama penulis, tempat tanggal lahir, pendidikan, pengalaman berorganisasi atau pekerjaan, dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis. DAFTAR PUSTAKA
Penyusunan naskah atau teks pidato Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PENYUSUNAN NASKAH ATAU TEKS PIDATOMakalahDisusun guna memenuhi tugasMata Kuliah RetorikaDosen Pengampu Adeni, I .MADisusun Oleh Fariqh Ahmad Zulfawzi 1801026144FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGOSEMARANG2019 PENDAHULUANA. Latar BelakangRetorika dapat dipahami sebagai sebagai seni berbicara di depan era globalisasi saat ini kemampuan untuk berbicara didepan umum sangatdibutuhkan karena seseorang mampu menyampaikan apa yang dikehendakinyamelalui berbicara. Kemampuan berbicara di depan publik setiap orang berbeda-beda, tergantung bagaimana orang tersebut mampu menghasilkan kata-kata,sehingga banyak orang yang sulit menyampaikan sesuatu di depan Rumusan Masalah1. Bagaimana cara menyusun naskah atau teks pidato ?C. Tujuan Penulisan1. Mengetahui cara menyusun naskah atau teks pidato1 PEMBAHASANA. Cara Menyusun Naskah atau Teks PidatoSebelum menyusun sebuah naskah pidato, yang harus diperhatikan ialah temapidato yang akan disampaikan. Pemilihan tema yang tepat bertujuan untukmenyesuaikan materi dengan situasi dan kondisi saat pidato Danjika tema sudah di tentukan selanjutnya kita membuat naskah pidato. Naskahpidato terdiri atas tiga bagian, yaitu1. Isi baiknya dalam menyusun sebuah naskah pidato disertakan hal-hal yang penting tentang acara tersebut, contohnya nama acara, para hadirin, dantujuan dari penyelenggaraan acara tersebut. selanjutnya, dalam membuat kerangkanaskah pidato harus memerhatikan bagian-bagian penting dalam pidato. Bagian-bagian tersebut adalah 1. Salam atau sapaan Pembukaan Isi Penutup pidato. dan5. Salam naskah pidato baiknya melalui beberapa cara sebagai berikut, 1. mengumpulkan bahan, 2. membuat kerangka, dan 1 Alwisral Imam Zaidallah, Strategi Dakwah; Dalam Membentuk Da’i dan Khotib Profesional,Jakarta Kalam Mulia, 2002, hlm. 3. menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. a Mengumpulkan BahanBahan-bahan menulis pidato dapat diperoleh dari Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yangkaya yang dapat digunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi Membuat Kerangka PidatoKerangka dasar dapat dibuat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu denganmenentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yangterperinci baru dapat dibuat setelah bahan-bahan selesai kumpulkan. Denganbahan-bahan itu dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tataurut yang Menguraikan isi pidatoDengan menggunakan kerangka yang telah dibuat, ada dua hal yang harusdilakukan 1 dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaituberpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan 2 menulis ataumeyusun naskah pidato secara lengkap yang dibacakan atau Struktur Isi PidatoStruktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapaidengan Menyunting Naskah PidatoSeperti halnya naskah makalah atau artikel, naskah pidato pun perlu isi, bahasa, maupun Menyempurnakan Naskah Pidato2 Dinna Ferdianti, Cendekia Berbahasa, JakartaGrafindo Media Pratama, 2005, hlm. 144-1453 Setelah disunting, baik oleh penulis sendiri maupun orang lain, perludilakukan tindak lanjut berupa penyempurnaan naskah. Penyempurnaan itudiarahkan pada aspek isi, bahasa, dan penalarannya sebagaimana yang telahdisunting di atas. Penyempurnaan aspek bahasa dilakukan dengan menggantikosakata yang lebih tepat dan menyempurnakan kalimat dengan memperbaikistruktur dan gagasannya. Sementara itu, penyempurnaan paragraf dilakukandengan memperbaiki koherensi dan kohesi paragraf. Untuk itu penambahankalimat, penyempurnaan kalimat, dan penghilangan kalimat perlu membagi lima tahap dalam penyusunan pidato yang terkenalsebagai lima hukum retorika, yaitu1. Invention penemuanPembicara mencari topik dan meneliti khalayak untuk mengetahui metodepersuasi yang paling tepat, juga merumuskan tujuan dan mengumpulkan bahanargument yang sesuai dengan kebutuhan khalayak atau mad’ Deposito penyusunanPembicara menyusun pidato atau mengorganisasikan pesan. Aristotelesmenyebutkan taxis yang berarti pembagian. Pesan harus dibagi dalam beberapabagian yang berkaitan secara Elucution gaya Pembiacara harus memiliki kata-kata dan menggunakan bahasa yang tepat ataumenarik dalam menyampaikan Memoria memori3 Dinna Ferdianti, Cendekia Berbahasa, JakartaGrafindo Media Pratama, 2005, hlm. 144-1454 Pembicara harus mengingat apa yang ingin disampaikan, dengan mengaturbahan-bahan Pronontiatio penyampaian Pembicara menyampaikan pesannya secara lisan. Di sini, akting sangat harus memperhatikan suara dan gerakan-gerakan anggota KesimpulanPidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikankepada orang banyak. Pidato juga berarti kegiatan seseorang yang dilakukan dihadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagai naskah pidato harus melalui tiga kegiatan yaitu, mengumpulkan bahan,4 Dinna Ferdianti, Cendekia Berbahasa, JakartaGrafindo Media Pratama, 2005, hlm. 144-1455 membuat kerangka, dan menguraikan isi naskah pidato secara terperinci. Padadasarnya menulis teks pidato, ceramah, atau khitobah itu sama. teknik menulispidato saja, beberapa sistematika yang harus diketahui dalam menulis pidato. B. Kritik dan SaranDemikian makalah yang dapat saya buat dan saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kesalahan dalampenulisan, ataupun referensi yang kurang benar dalam pembahasan, saya mohonmaaf yang sebesar- besarnya. Dan saya menerima saran dan kritikkan daripembaca demi kebaikan bersama untuk PUSTAKAAlwisral Imam Zaidallah, 2002. Strategi Dakwah; Dalam MembentukDa’i dan Khotib Profesional, Jakarta Kalam Mulia,Dinna Cendekia Berbahasa, JakartaGrafindo Yunianto, Agus dkk. 2013. Cara Membuat Naskah Pidato. Dayeuhluhur Buku LKS Kelas X Semester 2 Hal 23-24 Dan LKS Kelas XI Semester 1 Hal ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
PertanyaanLangkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun naskahdrama, kecuali...Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun naskah drama, kecuali... menentukan sampiran membuat kerangka alur menentukan topik drama menentukan tokoh atau pelaku cerita Jawabanjawaban yang tepat adalah pilihan yang tepat adalah pilihan A. PembahasanLangkah-langkah menyusun teks drama dengan ide penulisan sendiri tidak jauh berbeda saat menulis cerpen, puisi, atau karya fiksi lainnya. Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan Menentukan topik drama Menentukan tokoh atau pelaku cerita Membuat kerangka alur Mengubah kerangka alur dalam bentuk dialog Menyesuaikan struktur drama Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan menyusun teks drama dengan ide penulisan sendiri tidak jauh berbeda saat menulis cerpen, puisi, atau karya fiksi lainnya. Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan Menentukan topik drama Menentukan tokoh atau pelaku cerita Membuat kerangka alur Mengubah kerangka alur dalam bentuk dialog Menyesuaikan struktur drama Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan A. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!9rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!