PENCIPTAANTOKOH JERRY PADA NASKAH DRAMA THE ZOO STORY KARYA EDWARD ALBEE Jurnal Publikasi Ilmiah untuk memenuhi salah satu syarat mencapai drajat Sarjana S-1 Program Studi Seni Teater keluarga dan orang-orang yang terhebat sehingga karya dan tulisan ini terwujud akhirnya. Harapan dan sebuah permakluman karena karya tulis ini tentunya jauh
Tapidi sisi lain, dia merupakan perencana ulung. Segala sesuatu dipikirkan secara baik-baik dan hasilnya pun memang yang terbaik untuk keluarga. #3. Tipe "Wasit" atau yang Mendamaikan. Perannya sangat terasa ketika ada anggota keluarga yang bertikai. Posisinya yang netral akan mencoba menetralkan perang saudara.
Perusahaanperusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Maka untuk mengatasi hal ini diperlukan wirausaha. Ekonomi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menjadi tumpuan dan pilihan penting bagi para sarjana untuk sejahtera dan mandiri sederhana dan menolong orang mengatasi pengangguran. Tabel 1.
BongTae Gyu juga sukses memikat pemirsa dengan aktingnya yang solid di The Penthouse 1, 2, dan 3 yang ngehits kebangetan. Demikian sinopsis Lady, drama Korea Baru Lee Ji Ah bersama Lee Sang Yoon, Jang Hee Jin, Park Ki Woong dan Bong Tae Gyu. Drama karya penulis hits The Penthouse ini akan tayang perdana pada tahun 2023.
Inilahpembahasan lengkap terkait naskah drama tentang persatuan dan kesatuan 4 orang. Admin dari blog Berbagai Naskah 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait naskah drama tentang persatuan dan kesatuan 4 orang dibawah ini. Musyawarah Sebagai Perwujudan Dari Pancasila Pada Sila. Sumber : kompasiana.com.
NaskahDrama Malin Kundang Naskahdramaid Blogspot Com. Contoh Cerita Fabel Beserta Unsur Intrinsiknya Apakah Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Asal Usul Telaga Ngebel April 24th, 2018 - Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Asal Usul Telaga Ngebel amp Reog Ponorogo Minggu 24 Mei april 29th, 2018 - buku pelajaran buku panduan dan sumber informasi
NomorKartu Keluarga : 1606111906080229 4. Nama Kepala Keluarga : KIRLAN HERMANTO 5. Alamat Sekarang : Desa Bandar Agung, RT 001 Dusun 001 Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan 6.Alamat Tujuan Pindah : Desa RT RW Kecamatan : Kabupaten / Kota : Propinsi : 7.Jumlah Keluarga Yang Pindah : 1 [Satu] Orang Adapun
6 The Law Cafe. Cuplikan Adegan di Drama The Law Cafe. (mydramalist.com) Terakhir, kamu bisa menyaksikan drama Korea The Law Cafe yang akan tayang pada 29 Agustus 2022 mendatang. Drama bergenre romantis ini mengisahkan seorang mantan jaksa yang terkenal dengan julukan monster jenius bernama Jeong Ho (Lee Seung Gi).
PELAKSANAANPEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA DI KELAS XI SMA ISLAM BATU . SKRIPSI . OLEH: QORRI' AINA . 20. kekuatan untuk diremehkan dan memiliki keberanian untuk dibenci orang". (Paulo Coelho) "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selalu membahagiakan keluarga. 4. Nurul, Mita dan Ita terima
Unsurintrinsik yaitu unsur dalam atau unsur yang membangun terciptanya sebuah novel. Unsur-unsur tersebut yaitu: tema, alur/plot, tokoh dan perwatakan, latar/setting, gaya, titik pengisahan, dan amanat. a. Tema. Menurut arti katanya tema berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.
RjzJHw. Setiap keluarga pasti menginginkan sebuah keharmonisan. Tidak ada pertengkaran dan penganiayaan. Tetapi yang di alami oleh keluarga Hielda berbeda. Pada minggu pagi, ibu Hielda mengambili pakaian kotor yang akan di cuci. Ibu melihat ada noda lipstick di kemeja suaminya haa apa ini? Apa maksud nya? Suamiku berselingkuh lagi. Aku tidak bisa lagi menerima ini semua. Seketika itu ibu Hielda marah dan menemui suaminya. Ibu mas apa ini? sambil menunjukkan kemeja nya berani nya kamu berselingkuh. Ayah pagi pagi sudah marah, nuduh yg nggak bener lagi. Ibu semalam kamu kemana saja mas, aku menunggu mu pulang, aku berusaha positive thinking, mungkin kamu lembur. Tapi apa, kamu malah berselingkuh Ayah oh kamu mulai berani ngomong, aku sudah capek mendengar omelan mu setiap hari, aku bekerja untuk mu, jadi kamu jangan coba-coba untuk Hielda ; cukup, cukup, aku tidak kuat lagi yang setiap hari harus mendengarkan kalian bertengkar. Aku ada disini bu, yah. Aku sedih, aku terpuruk. Ayah menampar Hielda diam kamu. Kamu sudah mulai berani seperti ibumu ya Ibu sudah cukup mas, aku tidak bisa terima lagi kalau sampai anak ku menjadi pelampiasan mu. Aku menginginkan cerai dari mu. Ayah ok kalau itu mau mu, silahkan. Aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi. Hielda jangan meninggalkan aku bu yah, aku masih membutuhkan kalian Ayah kamu tinggal sama ibu mu saja disini, ayah akan pergi sekarang. Hielda ayah jangan pergi aku mohon Ibu sudah nak, biarkan ayah mu pergi, dia tidak pantas menjadi panutan, pergi kamu dari sini. Ayah Hielda pun pergi, ibu dan Hielda sangat sedih dan menangis. Hal inilah yang membuat Hielda berubah menjadi anak yang tidak bisa diatur dan mulai masuk ke dunia bebas serta sekolah nya menjadi bermasalah. Guru hari ini Hielda tidak masuk sekolah lagi. Apa dia sedang sakit dan opname? Atau dia sedang ada masalah keluarga. Sudah 2 hari ini dia tidak masuk sekolah. Kalau dia tidak masuk lagi, aku akan menelfon orang tua nya atau menjenguk kerumahnya. Iya ini yang terbaik. Dan ternyata Hielda bolos sekolah dengan teman nya yang beda kelas. Selama ini orang tua Hielda, terutama ibu nya tidak mengetahui kalau Hielda bolos sekolah. Hielda duuh asyik nya, semua masalah hidup ku serasa hilang, aku seperti melayang. Hahahaha Fifin iya Hiel. Mumpung masih muda ayo kita nikmati hidup kita ini. Hielda sepertinya tidak mungkin juga aku pulang dengan keadaan mabuk. Fifin kamu tidur dirumah ku saja, orang tuaku masih di luar kota, jadi mereka nggak bakal tau. bilang aja kalau kamu kelompokan dengan ku dan menginap dirumah ku. Hielda okelah, nanti sampai di rumah mu, aku akan menelfon ibu ku. Dirumah Hielda, ibu nya khawatir Hielda belum pulang, dan tidak ada kabar. Ketika ibu Hielda akan menelfon Hielda, Hielda menelepon terlebih dahulu. Ibu halo nak kamu kenapa belum pulang ? Hielda iya bu, Hielda ada tugas kelompok di rumah nya fifin dan sampai harus menginap karena besok harus dikumpulkan. Ibu oh iya nak, hati-hati ya, jangan lupa makan. Hielda ; iya bu. Ibu kenapa akhir-akhir ini anak ku terasa berbeda, tapi tidak mungkin anak ku salah pergaulan, dia anak yang baik. Semoga ini Cuma perasaan ku saja. Besok nya ternyata Hielda tidak masuk sekolah, dan bu guru langsung menjenguk ke rumah Hielda. Guru assalamualaikum. Ibu waalaikumsalam. Loh ibu guru, silahkan masuk. Guru iya bu terimakasih. Ibu ada apa ya bu kok tiba-tiba dating ke sini? Guru begini bu, sudah 3 hari ini Hielda tidak masuk sekolah, apa dia sedang sakit? Ibu apa bu, anak saya tidak masuk sekolah? Dia sekolah kok bu. Guru saya serius bu, berarti ibu tidak mengetahui nya. Ibu tidak sama sekali bu, karena anak saya selalu pamit ke saya, tetapi kemarin dia izin kerja kelompok sampai menginap karena hari ini harus dikumpulkan. Kemana anak saya ini? Guru apa ibu tau dia menginap di rumah siapa? Ibu tenang dulu bu kita cari bersama anak ibu. Ibu dia izin ke rumah fifin. apa ibu tau dia? Guru astaghfirulloh bu, dia itu anak nakal, tapi dia tidak sekelas sama Hielda, mana mungkin kerja kelompok kalau beda kelas. Kenapa ibu ceroboh, seharusnya ibu tau dengan siapa anak ibu berteman. Kalau sudah begini gimana bu. Ibu iya bu saya minta maaf, memang keluarga saya tidak harmonis dan saya sudah cerai dengan ayah nya Hielda. Mungkin ini yang menyebabkan Hielda berubah. Guru sekarang coba telfon Hielda bu. Ibu iya bu. sambil menelfon, tapi tidak di jawab tidak dijawab bu. Tiba-tiba ada orang yang memanggil ibu Hielda dengan sedikit berteriak. Bu sari bu, bu… membuat guru dan ibu hielda segera keluar Ibu ada apa bu berteriak seperti ini? Bu sari bu, Hielda ditemukan orang-orang pingsan dijalan dan mulut nya mengeluarkan busa. Dia sudah dibawa ke rumah sakit. Ayo bu cepat kita susulin Hielda. Ibu mashaAllah Hielda anakkuuu, bu guru ikut kami ke rumah sakit sekarang ya. Guru iya bu, ayo cepat. Ibu terimakasih bu…. Sudah memberitahu, Bu Sari iya bu Mereka segera menuju ke rumah sakit, di jalan, ibu Hielda tak henti henti nya menangis dan berdoa. Sesampai nya di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruangan Hielda. Ibu dokter bagaimana anak saya? Dokter anak anda overdosis bu, tapi dia masih bisa mendengar kita dan berbicara terbata-bata. Ibu boleh menemui nya. Ibu Hielda, anak ku Hielda, kamu kok sampai seperti ini nak. Jawab nak. Guru & 2 anonym bu tenang bu tenang menenangkan ibu Hielda Hielda sambil terbata-bata I bu ma af kan Hielda bu. Hielda tidak bi sa mene ri ma per cerai an I bud an ayah. Ibu pasti ke cewa de ngan hielda. Ma afkan Hiel da bu. Ibu diam tak bisa berkata apa-apa Hielda awal nya aku Cuma mabuk, tapi aku dipaksa minum pil itu sama…..dan saat aku berjalan pulang aku sudah tidak kuat dan aku tidak bisa mengingat kelanjutan guru tolong tindak lanjuti ini bu, aku tidak mau…..semakin terjerumus. Guru iya Hielda, dia memang sudah nakal sejak awal, ibu guru akan menindak lanjuti ini hielda, kamu semangat ya, cepat sembuh nak. Hielda maafkan aku bu guru. Sebelum ibu nya menjawab, tiba-tiba ayah nya datang dengan wajah khawatir. Ayah nak kamu kenapa nak, kamu tidak bisa merawat anak kita, apa yang kamu lakukan, dasar ibu nggak becus. Ibu ini bukan saat nya kita bertengkar, kamu sadar, Hielda seperti ini gara2 kita, Hielda su dah bu yah, sambil memegang tangan kedua orang tua nya apa kalian mau mengabulkan permintaan terakhir ku? Ayah ibu apa nak ? apa anak ku? Hielda kembalilah seperti dulu, aku ingin melihat kalian tersenyum kembali tanpa ada nya pertengkaran. Aku mohon. Ayah ibu iya nak, kami akan mengabulkan nya demi kamu nak, kamu harus bertahan nak. Hielda terimakasih yah bu, hielda saying kalian, maafkan aku Hielda pun menghembuskan nafas terakhir nya. Ayah ibu Hielda kembali menjalin keluarga yang harmonis. Disisi lain fifin harus mendekam ditempat rehabilitasi. Dia ingin berubah dan menjadi lebih baik lagi. Disana dia menjalani kegiatan yang bermanfaat dan kegiatan sosial juga. Setelah beberapa tahun, fifin dinyatakan bebas, walau awal nya dia tidak diterima dilingkungan nya, tapi karena dia berubah dan ikut di kegiatan sosial, dia diterima lagi dengan terbuka. Dia sudah mengikuti ujian paket waktu di sel dan Alhamdulillah lulus. Dia sekarang kuliah di UNESA Fifin Jika aku menyadari semua nya dari awal, mungkin aku tidak akan merasakan pengalaman buruk ini, dan Hielda menjadi korban karena aku. Semoga dia tenang disana. Jagalah keluarga mu,
– Drama merupakan salah satu tugas seni peran yang sering muncul di sekolah. Baik SD, SMP, atau SMA, tugas seni peran drama menjadi salah satu materi untuk mengasah kemampuan siswa-siswi. Berikut ini contoh naskah drama untuk 4 orang tentang persahabatan yang dapat membantu siswa-siswi. Dalam rangka menyelesaikan tugas seni peran yang diberikan guru di sekolah SD, SMP, hingga SMA. Luna menunggu Utami dan Putri di tempat parkir sekolah. Kedua temannya tersebut kembali masuk ke kelas untuk mengambil buku catatan Utami yang tertinggal. ARI [tiba-tiba muncul di belakang Luna] Udah lama nunggu? Maaf, ya! LUNA [menoleh ke belakang] Nggak, kok. Luna tersenyum ramah pada Ari. Dia juga sedikit menjaga jarak dari kakak kelasnya tersebut. LUNA [memerhatikan sekitar berpaling dari pandangan Ari] ARI Kenapa, sih? Nyari siapa? [Bingung] LUNA Nggak nyari siapa-siapa. Cuman gak enak aja ngobrol berdua gini, hehe. [Canggung] ARI Kamu gak suka ketemu kayak gini? [Mengernyitkan dahi] LUNA Eh, ng-nggak bukan begitu. Aku cuman ... [menggaruk tengkuk yang tidak gatal] LUNA Kakak, senior paling populer di sekolah. Kita akan jadi pusat perhatian semua orang jika begini. Jujur, aku ngerasa kurang nyaman hanya berdua begini, maaf. ARI Aku tahu itu. Makanya aku minta bertemu di sini. Kebanyakan siswa parkir kendaraan di depan. Di sini, hanya aku dan teman-temanku saja. Sekarang pun mereka sudah pergi dari tadi. Jadi, gak perlu khawatir, okeh! [tersenyum] LUNA [mengangguk] Oh iya, ada apa Kak? Ari terdiam, seperti memikirkan kalimat yang akan dikeluarkannya. Sementara Luna cukup penasaran dengan tujuan Ari memintanya bertemu. ARI Aku cinta kamu! LUNA [terbelalak] Hah??? ARI Iya, aku cinta kamu, Luna. Mau gak jadi pacarku? LUNA Aku ...?? Utami Ayo pergi! [menggandeng Luna dengan wajah tidak ramah] LUNA Tapi ... [ditarik pergi] PUTRI Girls?! [bingung, ditinggal pergi] PUTRI A-maaf ya kak, kami permisi. Bye. [pergi menyusul kedua temannya] ARI [terdiam sendiri, bingung dengan apa yang terjadi] Utami, Luna, dan Putri berhenti di pinggir jalan menuju halte bus. LUNA [menahan langkah] Mi, tunggu! Lo kenapa, sih? UTAMI Harusnya gue yang tanya, lo ngapain? [kesal] LUNA Gue gak ngapa-ngapain. Lo kenapa marah gini, sih? UTAMI Lo ... Aahhh! Kesel [pergi begitu saja] LUNA Mi ... Utami! [teriak] Luna mengusap wajah frustrasi. LUNA Put, Tami kenapa sih? Aneh banget. PUTRI Ari nembak lo? [menatap lekat] LUNA I-iya. [mengalihkan pandangan kurang nyaman] PUTRI Lo jawab apa? [penasaran tapi ekspresi khawatir] LUNA Gue gak jawab apa-apa. [malas] PUTRI Lo mau jawab apa? [menuntut] LUNA Gue gak tahu, Put. Gue .... PUTRI Lo suka Ari atau nggak? [menyela] LUNA Gak bisa disebut nggak suka juga, sih. PUTRI Lupain! LUNA Maksudnya? PUTRI Lo harus pilih, Ari atau Utami! [tegas, berlalu pergi] Putri berlalu begitu saja, meninggalkan Luna yang masih kebingungan. Di tempat lain, Utami dan Ari bertemu di taman. Utami menghampirinya dengan wajah masam. UTAMI Jauhi Luna! [teriak tegas] ARI Jangan marah-marah, dong. Cantiknya ilang, loh. [tersenyum] UTAMI Gue tegasin lagi, jauhi Luna. Jangan mainin dia! [kesal] ARI Kalau gitu, lo mau balik sama gue, hm? [mendekat] UTAMI Cuman orang gila yang mau balik sama orang kayak lo! ARI Galak banget sih ... Ari hendak menyentuh wajah Utami. Namun tangannya dicegah dari arah belakang. LUNA Jangan pernah berani sentuh Utami! [menghempas tangan Ari] Luna dan Putri berdiri ditengah menghalangi Utami dari Ari. LUNA Jangan pernah berani ganggu Tami atau orang disekitarnya lagi, ngerti lo! ARI Kalau gue gak mau? [mengejek] LUNA Pihak sekolah yang akan bertindak. PUTRI Gak cuman itu, hukum juga akan bertindak. Lo gak akan bisa lolos. ARI BERANI LO! [marah] LUNA Pihak berwajib datang ke rumah ketemu orang tua lo. Itu yang bakalan terjadi kalau lo masih ganggu Tami. PUTRI Ini bukan ancaman tapi pemberitahuan. Lebih baik lo mulai jaga sikap dari sekarang! ARI Br*ngs*k! [berlalu pergi] Luna dan Putri menghela napas lega. Mereka pun berbalik menatap Utami. Dengan mata berkaca-kaca, mereka langsung memeluk Utami sambil menangis. LUNA Kenapa lo sembunyiin hal sebesar ini? Kita tuh sahabat. Lo bisa cerita apapun. Jangan pernah simpan sendiri! PUTRI Itu bener. Lo gak boleh begini lagi. UTAMI Maaf... [menangis] Gue gak berani cerita siapapun. LUNA Gue tahu dari Putri, lo sama Ari pacaran. Tapi gue gak pernah nyangka, Ari sebr*ngs*k itu. PUTRI Gue gak sengaja denger, waktu lo nangis di belakang sekolah. Lo bilang kalau, Ari sering melecehkan baik verbal maupun fisik. UTAMI Gue gak ngelakuin.... PUTRI Gue tahu. [menyela] LUNA Harusnya lo bilang dari awal. Waktu lo lari dari dia, harusnya lo cari gue. [kesal tapi khawatir] PUTRI Itu bener, lo tahu kan kita atlit bela diri. Kalau aja saat itu kita tahu. Gue pastiin, dia gak bakalan bisa bernafas lagi. UTAMI Sorry ... [memeluk dan menangis] Putri dan Luna menenangkan Utami. Keduanya membawa Utami berjalan-jalan untuk mengalihkan perhatian dari semua masalahnya.
- Sebuah kasih sayang keluarga ditampilkan melalui contoh naskah drama berikut ini. Contoh naskah drama untuk empat orang termasuk narator sebagai pemenuhan tugas seni peran di sekolah. Contoh naskah drama untuk empat orang tentang keluarga ini cukup menguras air mata. Cerita dalam naskah ini diadaptasi dari kejadian yang sering terjadi di dunia nyata. Berikut ini contoh naskah drama untuk tugas seni peran di sekolah atau organisasi. Bapak membantu Ibu memasak di dapur rumah sederhana mereka yang nyaman karena kehangatan keluarga. Nisa datang dari dalam rumah, merasa ragu untuk mendekati kedua orangtuanya yang belum menyadari kehadirannya tersebut. Nisa berdiri diambang pintu dapur, melihat kertas di tangannya dan orangtuanya secara bergantian. NISA Gimana dong? [cemas] IBU Nisa ...! [menoleh] NISA I-iya, Bu. [menoleh ke ibu memaksakan tersenyum] IBU Kenapa di situ? Ayo sini! [tersenyum] NISA I-iya. Langkah Nisa disambut senyum oleh kedua orang tuanya. NISA Bu, Pak ... [ragu-ragu] Bapak dan Ibu saling menatap khawatir. BAPAK Kamu kenapa, Nis? Ada apa? [penuh perhatian] IBU Iya Nak, kamu kenapa? NISA Ini ... [memberikan kertas yang dipegangnya] BAPAK Apa ini? [lekas membuka] IBU I-ini .... [kembali saling menatap dengan bapak] BAPAK + IBU Nisa... [merasa bersalah] NISA Gak papa, Bu. Nisa juga gak tertarik kok. [senyum kecut] NISA Nisa gak mau bikin Bapak sama Ibu susah. Keputusan Nisa udah bulat. Nisa mau cari kerja aja, buat bantu ibu sama Bapak. Nisa gak mau Bapak kerja berat cuman buat Nisa kuliah. BAPAK Nisa ... Maafin Bapak, Nisa. NISA Bapak ... Gak perlu minta maaf, lagian nanti kalau Nisa udah kerja, Nisa bisa bantu Bapak sama ibu. Kalau untuk kuliah, Nisa bisa nabung dari uang kerja itu, iya kan? IBU Maaf ya Nisa, kamu harus kehilangan kesempatan kuliah ini. Karena kami tidak bisa menjamin biaya kuliah kamu. Bukannya kami tidak mau berusaha, hanya saja... Kami tidak bisa menjanjikan harapan yang kami sendiri tidak bisa memastikan hal terkecilnya sekalipun. NISA Gak papa, Bu. Nisa ngerti kok. Lagian Nisa juga udah capek. Mau istirahat dulu dari kejaran tugas sekolah, hehe. [menghibur] IBU Maaf ... [memeluk Nisa diikuti Bapak memeluk keduanya] NISA Nisa mau ke kamar dulu buat ganti baju. Nisa pun pergi meninggalkan orangtuanya untuk mengganti baju seragam sekolahnya. IBU Pak, ibu bener-bener ngerasa bersalah sama Nisa. Hatinya pasti sakit banget. [berkaca-kaca] BAPAK Bapak yang paling bertanggungjawab, Bu. Bapak gak bisa ngasih yang terbaik buat Nisa dan Ibu. Buat makan aja, bapak gak bisa ngasih dengan nominal yang menentu. Maafin bapak, Bu. [berkaca-kaca, merasa bersalah] IBU Jangan gitu, Pak. [menggenggam tangan suaminya] IBU Bapak udah jadi suami dan ayah yang bertanggungjawab untuk keluarga. Bapak menafkahi kami dengan uang halal yang cukup. Ibu dan Nisa, sangat bersyukur. Ada bapak di hidup kami. BAPAK Maaf, Bu. [membalas genggaman tangan istrinya] Di kamar, Nisa luruh ke lantai sambil menangis. NISA Nggak, aku gak boleh nangis. Ini demi ayah dan ibu. Aku harus kuat. Masih banyak waktu untuk kuliah. Aku punya banyak waktu buat nabung uang kuliah sendiri. Nisa kembali memandangi kertas yang ia dapat dari sekolah yang ditunjukkan kepada orangtuanya tersebut. NISA Tuhan, aku bukannya tidak bersyukur. Menyia-nyiakan beasiswa kuliah yang diberikan untukku ini. Tapi ... Semua keperluan kuliah tidaklah murah. Meskipun semua uang kuliah dibiayai sepenuhnya. Aku tidak mau membebani kedua orangtuaku untuk membiayai keperluan hidup selama kuliah. NISA Ditambah lagi, jarak yang begitu jauh. Aku tidak bisa meninggalkan kedua orangtuaku disini sendiri. Mengingat kesehatan ibu yang kerap kali berubah, membuatku khawatir. NISA Ayah juga tidak muda lagi. Aku tidak bisa egois memintanya bekerja lebih keras diusia sekarang. Tidak bisa. Aku tidak mau. NISA Dunia kerja dengan menyandang status sarjana memanglah menggiurkan, namun jika untuk mencapainya harus membebani kedua orangtuaku yang sudah renta, rasanya tidaklah bijak. NISA Tuhan, mohon permudah urusanku. Lancarkan rezeki dan impianku untuk dapat terwujud. Dengan kekuatan sendiri, aku mohon kekuatan agar aku tidak mudah menyerah dan kalah. Nisa pun menghapus air matanya dan lekas bersiap untuk kembali membantu orangtuanya di dapur. Demikian contoh naskah drama singkat untuk empat orang termasuk narator dapat menguras air mata.***