Setelahperdagangannya maju, VOC mulai melakukan penjajahan. Mereka memecah belah kekuatan rakyat dengan mengadu domba. Siasat ini disebut "devide et impera". Tindakan sewenang-wenang VOC ini membuat marah bangsa Indonesia. Perlawanan terhadap Belanda pun di mulai. Contohnya perlawana dari rakyat Kerajaan Mataram dan Banten. Pertempuranantara Banten dan VOC ini sangat merugikan kedua belah pihak. Gencatan senjatapun baru dapat dilakukan setelah utusan VOC dari Batavia mendatangi Sultan Ageng Tirtayasa pada tanggal 29 April 1658 dengan membawa rancangan perjanjian yang berisi sepuluh pasal. Diantara pasal tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa mengajukan dua pasal perubahan. cTahun 1650 para bangsawan Ternate mengobarkan perlawanan di Ternate dan Ambon from ART 1730 at Madonna University SiasatVOC untuk memecah belah kekuatan rakyat Indonesia yaitu A. adu domba B. blokade C. tipu muslihat D. Gerilya 9. Perlawanan tentara Peta di Blitar dipimpin oleh . a. Bung Tomo b. Sudirman c. Supriyadi d. Soekarno 10. Pembuatan jalan raya Anyer - Panarukan yaitu pada pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal . A. Jansen B. J.P. Coen Nah dalam konteks ini banyak orang yang masih berpikir bahwa para 'penjajah dari Eropa' dengan liciknya menggunakan taktik divide et impera untuk memecah belah rakyat Indonesia. Anggapan jika siasat divide et impera sering digunakan untuk memecah belah rakyat Indonesia adalah salah sebab saat itu belum ada rakyat Indonesia yang bersatu. SiasatVOC untuk memecah belah kekuatan rakyat Indonesia disebut. a. Gerilya b. siasat benteng c. adu senjata d. adu domba. 8. Pencetus Tanam Paksa adalah. a. Van Der Capellen b. J Tuliskan 3 cara Jepang menarik simpati rakyat Indonesia! 47. Sebutkan tokoh tiga serangkai pendiri Indische partij! A menunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa janji kemerdekaan benar-benar akan dilaksanakan B. menguji kemampuan bangsa Indonesia mempersiapkan kemerdekaan C. menunjukkan bahwa Jepang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia D. menarik simpati bangsa Indonesia terhadap Jepang E. menguji sikap mental bangsa Indonesia terhadap Jepang Padatahun 1668 Sultan Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali melawan kesewenang wenangan VOC itu. VOC juga mulai mengincar Kepulauan Riau. Dengan politik memecah belah VOC mulai berhasil menanamkan pengaruhnya di Riau. Kerajaan-kerajaan kecil seperti Siak, Indragiri, Rokan, dan Kampar semakin terdesak oleh ambisi Untukmenghadapi pertentangan yang kuat dari bangsa Indonesia, Belanda menindasnya dengan jalan perang kolonial dan politik devide et impera yaitu memecah belah bangsa Indonesia. Sehingga terjadinya permusuhan antara kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah Indonesia. Dalamkonteks ini, gue nggak sepakat dengan pernyataan bahwa siasat ini sering digunakan untuk memecah belah rakyat Indonesia. Alasannya ya simpel, lagi-lagi ya karena pas jaman segitu emang belum ada rakyat Indonesia yang bersatu! Boro-boro kenal istilah Indonesia, merasa sebagai satu kesatuan aja nggak ada. NoU7aKO. - VOC dibentuk pada 20 Maret 1602 dan merupakan perusahaan dagang milik Pemerintah Belanda. Selama menduduki Nusantara, VOC membuat banyak kebijakan di berbagai bidang. Mayoritas kebijakan tersebut hanyalah menguntungkan salah satu pihak, yakni VOC dan sangat merugikan rakyat Indonesia kala itu. Salah satunya adalah kebijakan di bidang politik. Tahukah kamu apa saja kebijakan-kebijakan VOC di bidang politik?Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, agar bisa mempertahankan daerah jajahannya, Belanda mengubah sistem birokrasi yang digunakan VOC. Saat Herman Willem Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, ia melakukan sentralisasi pemerintahan serta melakukan pengawasan secara ketat kepada bawahannya. Berikut merupakan kebijakan-kebijakan VOC di bidang politik Penggunaan politik devide et impera atau politik adu domba Penggunaan politik ini membuat banyak orang berselisih, berkonflik bahkan berperang di antara Bangsa Indonesia. Salah satu alasannya karena adanya perebutan tahta serta kekuasaan. Baca juga Kebijakan-kebijakan VOC di Bidang Ekonomi Contoh keberhasilan VOC dalam menerapkan politik devide et impera ialah konflik perebutan takhta di Kerajaan Mataram. Konflik ini membuat posisi Belanda sangat diuntungkan, sedangkan posisi Kerajaan Mataram semakin melemah karena terbagi menjadi 4 kerajaan. Contoh lainnya ialah Perang Makassar. Dalam perang ini, VOC atau Belanda berhasil menaklukkan Kesultanan Gowa dan Kota Makassar. Karena VOC dibantu oleh Raja Bone dan Arung Palakka yang tengah berseteru dengan Sultan Hasanudin. Politik devide et impera mempermudah VOC dalam melakukan ekspansi wilayah kekuasaanya. Selain itu, melalui politik ini VOC atau Belanda bisa dengan mudah menyingkirkan pihak pribumi yang menentang kebijakannya.